MEMBACA PELUANG PILKADA JAWA TIMUR: PERTARUNGAN DUA TOKOH BESAR JATIM

Bagian 1
Pilkada serentak tahun 2018 akan dilaksanakan pada 27 juni 2018 yang diikuti oleh 171 daerah dimana rinciannya 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Khusus untuk Jawa Timur terdapat 5 Kota yakni Kota Malang, Mojokerto, Probolinggo, Kediri, Madiun, 13 Kabupaten yakni Kab Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Tulungagung, Pasuruan, Magetan, Madiun, Lumajang, Bondowoso dan Jombang dan tentunya propinsi jawa timur sendiri.

namun dari semua pilkada tersebut hal yang paling menarik untuk dibahas adalah Pemilihan gubernur Jawa Timur, mengapa? Karena perhelatan 5 tahunan di Pilgub Jawa timur tersebut selalu menampilkan tokoh-tokoh besar yang selama ini berkecimpung di dunia politik nasional dan organisasi yang berlevel nasional, di tambah lagi dengan kepentingan elit partai untuk “menangkap” massa 2019…………………………………………………………………

Hingga hari ini setidaknya ada 2 kandidat yang sangat popular dan menjadi rebutan partai politik yaitu Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Jawa timur dan Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial. Meskipun diakhir nanti bisa jadi muncul kuda hitam yang berpotensi menyaingi ke duanya, sebut saja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, dan Abdullah Azwar Anas (bupati Banyuwangi). Namun jika mengacu popularitas dan dukungan kontestan partai pemilu di jawa timur sepertinya akan mengerucut pada 2 kandidat yakni Gus Ipul dan Khofifah. Dan yang 2 nama kuda hitam bias jadi sebagai wakil dari keduanya.

Jika membaca potensi atau kemungkinan-kemungkinan yang beredar di media masa maka Gus Ipul Akan Berduet dengan Risma dan Khofifah akan berduet dengan Abdullah Azwar Anas. Jika kemungkinannya demikian maka pertarungan akan sangat sengit. Dimana Gus Ipul dan Risma Akan di dukung oleh PKB (20 kursi), PDIP (19 kursi) dan Hanura (2 kursi) yang berjumlah 41 Dukungan suara partai politik, sedangkan kemungkinan Khofifah dan Abdullah Azwar Anas akan didukung Oleh Partai Demokrat (13 kursi), Nasdem (4 kursi) dan Golkar (11 kursi) ataun berjumlah 28 Kursi. Jika kemungkinannya demikian maka Gus Ipul dan Risma akan menang di Pilkada jawa timur. Persoalannya adalah dimana posisi Gerindra (13 kursi), PAN (7 kursi), PPP (5 kursi) dan PKS (6 kursi)…???

Jika mengacu pada kedekatan emosional partai maka kemungkinan Gerinda, PAN dan PKS akan bergabung dalam gerbong Golkar. Sedangkan PPP akan bergabung dengan gerbong PKB. Jika kemungkinan ini yang terjadi maka dukungan partai akan berubah dimana Gus Ipul akan mendapat dukungan sebesar 46 kursi DPRD dan Khofifah mendapatkan 54 Kursi DPRD, maka khofifah dan Anas akan memenangkan Pilkada Jawa timur 2018.

Namun demikian, dibeberapa kasus dukungan yang kuat dari jumlah kursi DPR/D belum menjamin kemenangan akan diperoleh dengan mudah. Mengapa demikian? khusus kasus di Jawa timur, karakteristiknya berbeda dengan di tempat lain, setidaknya ada beberapa alas an yang kuat diantaranya:

1. Basis massa, mayoritas masyarakat jawa timur bergabung di Nahdlotul Ulama (NU), sehingga akan terjadi pertarungan sengit antar kedua kandidat. Keduanya akan berusaha meraih simpati dari warga nahdliyin ini.

2. Arah dukungan Massa yang di sebut Abangan.
3. Jumlah Pemilih. Dll Jawa Timur mempunyai jumlah pemilih yang sangat besar yani sebesar 32.408.738 pemilih maka perlu kerja mesin politik dan organisasi pendukung masing-masing agar memperoleh simpati dari pemilih tersebut.

Oleh sebab itu, pertarungan pilkada di jawa timur ini perlu disimak dengan seksama dari detik ke detik, jam ke jam hari ke hari hingga ada keputusan dukungan dari partai politik yang ada.

Wallahu ‘alam. bersambung….

Note: catatan ini hanya opini yang subyektif penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *