MENGENAL LEBIH DEKAT CALON GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA

Adalah Khofifah Indar Parawansa, salah satu sosok wanita terbaik yang dimiliki oleh republik ini, sudah menjadi aktifis sejak muda dan sangat aktif saat kuliah adalah modal besar yang dimiliki hingga kini menjadi orang penting di negeri ini. Beliau banyak menghabiskan waktunya untuk kepentingan masyarakat khususnya kaum hawa. Dedikasinya yang tinggi terhadap sosial menjadikan beliau sosok yang sangat disegani dan dipercaya Presiden Jokowi untuk menjadi salah satu kabinet di Pemerintahannya.

Karir politik Khofifah terbilang cemerlang, dan namanya semakin dikenal publik semenjak beliau masuk dalam jajaran menteri pada kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Yakni sebagai menteri sosial. Alumnus Unair ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, 19 Mei 1965. Disamping itu, Khofifah yang juga ketua Muslimat Nahdlotul Ulama ini sangat disegani di dunia politik karena kemampuannya yang sangat luar biasa. Istri dari Alm. Ir. H. Indar Parawansa ini dikarunia 4 orang putera-puteri yakni

1. Fatimahsang Mannagalli Parawansa
2. Jalaluddin Mannagalli Parawansa
3. Yusuf Mannagalli Parawansa
4. Ali Mannagalli Parawansa

Dalam konstelasi politik Jawa Timur 2018 ini, Khofifah berpotensi mencalonkan Gubernur Jawa Timur untuk ke tiga kalinya. Meskipun 2 periode sebelumnya kalah sama Dr. Soekarwo di Pilgub Jawa Timur, tidak meluluhkan semangat beliau untuk kembali mencalonkan diri hingga artikel ini ditulis setidaknya ada 2 partai politik yang sudah resmi mencalonkan beliau menjadi Calon gubernur jawa timur yakni Parta Golkar dan Nasdem.

Sebagai ketua Muslimat dan sekaligus sebagai menteri Sosial, tentu keberadaannya di pilgub jawa timur akan sangat diperhitungkan lawan-lawannya, hal ini disebabkan mayoritas warga Jawa Timur adalah NU disamping kekuatan utamanya adalah soliditas muslimat NU.

Bagi masyarakat Jawa Timur, perlu mengenal lebih jauh tentang Ibu Khofifah Indar Parawansa lebih jauh agar lebih dekat dan mengenal beliau. Artikel ini sengaja ditulis sebagai media pemahaman kepada masyarakat jawa timur untuk mengenal lebih calon pemimpinnya 5 tahun ke depan: saya awali dengan pendidikan formal beliau:

Pendidikan Formal
1. SD Taquma (1972-1978)
2. SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981)
3. SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984)
4. Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984-1991)
5. Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984-1989)
6. Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993-1997)

Karier
1. Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992-1997)
2. Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995-1997)
3. Anggota Komisi II DPR RI (1997-1998)
4. Wakil Ketua DPR RI (1999)
5. Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999)
6. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (1999-2001)
7. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (1999-2001)
8. Ketua Komisi VII DPR RI (2004-2006)
9. Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004- 2006)
10. Anggota Komisi VII DPR RI (2006)
11. Menteri Sosial Kabinet Kerja (2014 – kini)

Forum Internasional
1. Studi banding pada penyiapan ratifikasi “Convention Against Illicit Trafic Psychotropic and Narcotic Drug” di Austria dan Belanda, yang diselenggarakan Internati onal Narcotic Control Board, Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Wina, Austria, 1996.

2. Studi banding Antar-Parlemen di Mongolia, 1994

3. Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Conventi on on The Elliminati on of All Forms of Discriminati on Against Women” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 28 Febuari 2000.

4. Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Twenty First Country”: Beijing +5) Sidang Khusus ke-23 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa, di New York, Amerika Serikat, 5-9 Juni 2000.

5. Ketua Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan The Exchanges and Cooperati on in the Field of Family Planing Between China and Indonesia, 9-11 April 2001.

6. Ketua Delegasi Republik Indonesia pada Pertemuan Konsultasi Tingkat Menteri Asia-Pasifik di Beijing, China, pada 14-16 Mei 2001.

7. Menjadi narasumber pada Conference G ender Equity and Development in Indonesia yang diselenggarakan The Australian Nasional University, di Canberra, Australia, pada 21-22 September 2001.

8. Menjadi narasumber pada Conference On Women In Islam As Role Model di Berlin, Jerman, pada 24-26 Mei 2004.

9. Menjadi peserta World Council of Churches di Brazil, 15-21 Februari 2006.

10. Menjadi narasumber utama pada Commission on the Advancement of Women, Commission on the Status of Women, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat, 1-2 Maret 2006.

11. Menjadi narasumber pada International Conference on Parliaments, Crisis Preventi on and Recovery, hosted by UNDP and the Government of Representatives of Belgium, 19-21 April 2006.

12. Menjadi narasumber pada Internati onal Conference of Islamic Scholars di Jakarta, Indonesia, Mei 2006.

13. Menjadi narasumber di Muktamar ke-5 Pertumbuhan- Pertumbuhan Perempuan Islam Dunia Islam Kontemporari di Shah Alam, Selanggor, Darul Ehsan, Malaysia, pada 13-15 Agustus 2006.

Memang artikel ini belum mengungkap semua biografi Ibu Khofifah indar Parawansa, tetapi setidaknya memberikan gambaran kepada masyarakat Jawa Timur untuk mengenal sosok yang sangat potensial ini… terima kasih

Sumber:
http://daftarmenteri.blogspot.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *