Modul 2: Teori Permintaan

Kompetensi

Diharapkan mahasiswa dapat mema-hami tentang pengertian permintaan; pengelompkkan per-mintaan; faktor-faktor penentu permintaan; asumsi ceteris paribus; pergerakan sepanjang kura dan pergeseran kurva permintaan; cara mengungkapkan permintaan (table, grafik, dan fungsi)

Pengertian Permintaan

Pada dasarnya, permintaan seseorang (konsumen) terhadap barang atau jasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari eksistensi sebuah perusahaan sebab apa yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan merupakan perolehan dari apa yang dikonsumsi oleh konsumen tersebut. Oleh sebab itu, permintaan konsumen menjadi perhatian serius dari perusahaan.

Permintaan (demand) merupakan sejumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen pada tingkat harga tertentu dan dalam periode tertentu pula. Seperti contoh pada barang dan jasa, Ahmad membeli apel di pasar tradisional Rp.5.000/Kg, Ali membeli tiket kereta api jurusan dari Surabaya menuju Jakarta sebesar Rp.350.000. dan seterusnya.

Penggolongan permintaan.

Secara umum penggolongan permintaan dapat dibedakan berdasarkan

Daya beli : dilihat dari sudut daya beli, maka permintaan dapat dipilah menjadi :

Pada dasarnya setiap keinginan masyarakat sangat ditentukan oleh kemampuan daya beli yang dimilikinya, dimana kekayaan yang dimiliki dapat dialokasikan untuk memenuhi kepuasan maksimal. Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa keinginan manusia yang tanpa batas sedangkan kemampuannya yang terbatas menjadi parameter daya beli, sehingga dituntut untuk mengalokasikan dana yang dimilikinya sebaik mungkin. Pada gambar berikut menjelaskan tentang daya beli suatu masyarakat dimana digolongkan menjadi 2 bagian yaitu pembeli potensial dan efektif

Gambar 2.1  Pembeli Potensial dan Efektif

Konsumernya : dilihat dari sudut konsumernya maka permintaan dapat dibagai menjadi

  1. Permintaan Individual : yaitu suatu kurva atau tabel yang menunjukkan jumlah barang yang untuk setiap satuan waktu ingin dibeli seorang konsumen pada berbagai tingkat harga.
  2. Permintaan pasar : Merupakan penggabungan secara horizontal seluruh permintaan konsumen yang ada di pasar terhadap barang tertentu.

Gambar 2.2  Permintaan Individu dan Permintaan Pasar

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Permintaan.

            Permintaan seseorang atau suatu masyarakat terhadap suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Di antara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah yang dinyatakan di bawah ini.

Harga barang itu sendiri (PX), harga suatu barang merupakan faktor utama yang menentukan permintaan seseorang, hal ini disebabkan karena adanya keterbatasan daya beli konsumen. Apabila harga suatu barang atau jasa terlalu tinggi sedangkan kemampuan konsumen rendah maka kuantitas barang yang diminta oleh konsumen semakin sedikit dan sebaliknya.

Gambar 2.3  kurva Permintaan atas harga

Harga barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut, yaitu harga barang subsitusi dan harga barang komplementer (PS dan PC). yang dimaksud dengan harga barang subtitusi adalah harga barang/jasa pengganti yang lebih rendah dari pada barang/jasa utama yang diinginkan oleh konsumen contoh harga kopi Rp.3.000/gelas dan harga Teh Rp. 1.500/gelas. Apabila konsumen tidak mampu membeli kopi maka konsumen akan mengalihkan konsumsinya ke teh, hal ini disebabkan harga teh lebih terjangkau. Sedangkan harga barang komplementer adalah harga suatu barang pelengkap yang diinhinkan oleh konsumen contoh kopi dengan gula. Apabila harga kopi atau gula mengalami perubahan yang disebabkan oleh harga yang semakin tidak terjangkau maka dapat mempengaruhi perubahan permintaan konsumen terhadap barang/jasa tersebut.

Tingkat pendapatan konsumen atau masyarakat (Y). salah satu faktor utama dalam teori permintaan adalah pendapatan konsumen, dimana besar atau kecilnya pendapatan yang diperoleh oleh konsumen akan berpengaruh terhadap permintaan suatu barang atau jasa. Dengan asumsi konstan (cateris paribus), apabila harga tetap maka jumlah barang atau jasa yang dapat dibeli oleh konsumen semakin tinggi dari mula-mula pendapatan yang dimilikinya dan sebaliknya. Hal ini dapat dilihat pada kurva berikut.

Gambar 2.4  kurva pergeseran permintaan yang disebabkan oleh perubahan pendapatan konsumen

Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat (E). setiap masyarakat mempunyai pendapatan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sehingga daya beli masing-masing pun juga berbeda. Bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah maka kemampuan permintaan barang dan jasa juga rendah. Bagi masyarakat yang berpendapatan menengah maka kesempatan untuk mengkonsumsi barang atau jasa semakin besar, sedangkan bagi masyarakat yang berpenghasilan tinggi maka jumlah permintaan barang atau jasa semakin besar.

permintaan tersebut dapat  dirumuskan sebagai berikut :                                   

QD = f ( PX , PS , PC , Y, E , N , T , Ex , dan O)

Adalah sangat sulit untuk menganalisis sekaligus seluruh f

Jumlah penduduk atau konsumen (N). pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin tidak terkendali menjadi salah satu penyebab permintaan suatu barang atau jasa. Semakin banyak penduduk maka ketersediaan jumlah barang atau jasa yang disediakan oleh perusahaan semakin besar dan sebaliknya.

Selera konsumen / Taste (T). pada prinsipnya selera konsumen bersifat subyektif artinya masing-masing konsumen mempunyai selera sendiri-sendiri terhadap barang atau jasa yang akan dikonsumsinya. Pada sisi ini perusahaan akan selalu meningkatkan kualitas barang atau jasa yang di inginkan oleh konsumen sehingga membentuk segmentasi, inovasi dan positioning.

Ekspektasi konsumen (Ex). Adanya ketidak pastian ekonomi merupakan faktor utama mengapa masyarakat cenderungan melihat aspek ekspektasi di masa yang akan datang sebagai perhatian serius. Tidak menentunya kondisi di masa yang akan datang khususnya terkait dengan harga barang atau jasa maka konsumen akan membuat satu keputusan ekpektasi ini, seperti contoh akibat produksi minyak mentah indonesia yang terus menurun dan mekanisme harganya diserahkan pada pasar, maka akan rentan terhadap ketidakpastian harga minyak, disatu sisi pengaruh perubahan harga minyak terhadap produk lain sangat tinggi maka konsumen akan cenderung mempersiapkan jauh hari sebelum. Atau contoh lain, pada momen-momen tertentu seperti hari raya idul fitri, umumnya pada momen tersebut kebutuhan akan barang semisal kue lebaran, pakaian dll. sangat tinggi, maka konsumen akan membeli barang tersebut sebelum peristiwa tersebut.

Dalam realitasnya, konsumen terbagi menjadi 2 bagian yakni konsumen yang rasional dan tidak rasional. Bagi konsumen yang rasional barang yang akan dibelinya dapat memberikan kegunaan optimal, benar-benar diperlukan konsumen, mutu barang terjamin, harga sesuai dengan kemampuan konsumen. Sedangkan konsumen yang tidak rasional lebih tertarik dengan promosi atau iklan baik di media cetak maupun elektronik, memiliki merek yang sudah dikenal banyak konsumen, bursa obral atau bonus-bonus dan banjir diskon, prestise atau gengsi.

Peran iklan sangat besar terhadap keinginan konsumen untuk membeli produk yang dihasilkan oleh perusahan setidaknya dapat dilihat dari sisi daya tarik iklan tersebut. contoh, iklan produk minuman suplemen yang menampilkan bintang iklan yang berkarakter pemenang seperti Ade Rai, Bambang pamungkas dan lain-lain.

Geografis, sosial budaya, iklan dan lain-lain. (O)

Maka   secara matematis faktor-faktor yang mempengaruhi

aktor yang mempengaruhi permintaan atas suatu barang atau jasa. Oleh sebab itu,  di dalam membicarakan mengenai teori permintaan, para ahli ekonomi membuat analisis yang lebih sederhana yaitu penggunaan asumsi Ceteris Paribus yang maksudnya adalah bahwa faktor-faktor selain harga barang tersebut dianggap konstan atau tidak berubah. Artinya, permintaan tersebut hanya dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri. Oleh karena itu dalam teori permintaan yang terutama dianalisis adalah hubungan jumlah barang yang diminta dengan harga barang itu sendiri. Sehingga fungsi permintaannya dapat ditulis sebagai berikut :

      QD = f (P)

Hukum Permintaan :

Hukum permintaan adalah suatu hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Adapun konsekuensi dari hubungan negatif ini adalah apabila harga suatu barang mengalami kenaikan maka jumlah barang yang diminta oleh konsumen menjadi sedikit dan apabila harga suatu barang rendah maka jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi: “bila harga naik, jumlah barang yang diminta akan turun. Bila harga turun, jumlah barang yang diminta akan naik”. Pada hukum permintaan ini berlaku asumsi ceteris paribus. Artinya hukum permintaan tersebut berlaku jika keadaan atau faktor-faktor selain harga tidak berubah (dianggap tetap).

Adapun penyebab dari berlakunya hukum permintaan tersebut dikarenakan adanya keterbatasan pendapatan yang diperoleh konsumen. Namun demikian, ada beberapa jenis barang yang membuat hukum permintaaan tersebut tidak berlaku, yaitu;

Barang Giffen

Istilah Barang Giffen pertama kali diperkenalkan oleh Robert Giffen (1837-1910), dalam penelitiannya ditemukan bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka jumlah yang diinginkan oleh konsumen semakin tinggi pula.

Expectational effect

Hal ini terkait dengan harapan konsumen dimasa yang akan datang, dimana perubahan harga dipengaruhi oleh pengharapan dimasa yang akan datang. Contoh harga emas, karena harga emas di masa yang akan datang nilainya besar, maka konsumen akan membeli emas pada hari ini, dengan harapan di waktu yang akan datang harga emas naik.

Barang Bergengsi/barang Langka

Pada dasarnya setiap orang mempunyai prestis tersendiri apabila memiliki barang yang langka atau bergengsi seperti kaos pemain sepakbola Ronaldo. Bagi orang yang memiliki kaos tersebut akan merasa puas memilikinya meskipun harganya sangat mahal.

Dalam kondisi ceteris paribus, artinya permintaan terhadap suatu barang hanya dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri. Pada dasarnya permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa tertentu dapat dijelaskan melalui 3 (tiga) cara, yaitu dengan menggunakan table permintaan, grafik/ kurva permintaan, dan persamaan matematis :

Dengan Menggunakan Tabel Permintaan : Tabel di bawah ini memperlihatkan hubungan yang terbalik (negative) antara harga barang dengan jumlah yang diminta.

Tabel 2.1.  Tabel Permintaan

Harga Per Unit (P) Jumlah Barang Yang Diminta  (Q)
Rp.    0,-

Rp. 50,-

Rp. 75,-

Rp. 100,-

Rp. 125,-

Rp. 150,-

Rp. 175,-

Rp. 200,-

Rp. 225,-

30 Unit

25 Unit

20 Unit

15 Unit

 10 Unit

 5 Unit

 4 Unit

 2 Unit

 0 Unit

Keterangan:

Dari tabel 2.1 tersebut menunjukkan bahwa pada saat harga Rp.50, jumlah barang yang diminta oleh konsumen sebanyak 25 unit, pada saat harganya dinaikkan sebesar Rp.75 maka yang diminta oleh konsumen menurun menjadi 20 unit barang saja dan seterusnya.

Dengan Menggunakan Grafik atau Kurva :

 Gambar 2.2  Bentuk Kurva Permintaan

Bentuk kurva permintaan yang memenuhi hukum permintaan (ceteris paribus) adalah bergerak dari kiri atas ke kanan bawah (mempunyai slope negatif). Artinya pada kurva permintaan yang berbentuk seperti ini, perubahan jumlah barang yang diminta semata-mata dipengaruhi oleh perubahan harga barang itu sendiri dengan hubungan yang negatif.

Bentuk lain kurva permintaan yang menyimpang dari hukum permintaan adalah :

  1. Kurva permintaan yang sejajar dengan sumbu harga (vertikal). Bentuk kurva permintaan yang seperti ini disebut kurva permintaan yang inelastis sempurna. Artinya pada tingkat harga berapapun, jumlah barang yang diminta tidak berubah.
  2. Kurva permintaan yang sejajar dengan sumbu kuantitas (horizontal). Bentuk kurva permintaan yang seperti ini disebut kurva permintaan yang elastis sempurna. Artinya pada tingkat harga tertentu dengan perubahan yang sangat kecil sekali (mendekati nol) jumlah barang yang diminta bisa berapa saja.
  3. Kurva permintaan yang bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Bentuk kurva permintaan yang seperti ini disebut kurva permintaan untuk barang-barang Giffen (diambil dari penemunya Sir Robert Giffen 1837 – 1910). Dia menemukan hubungan positif antara peningkatan harga kentang dengan kenaikkan jumlah permintaannya. Kasus ini dikenal dengan sebutan Giffen Paradox.

Gambar 2.3  Bentuk Lain Kurva Permintaan

  1. Perubahan Permintaan
  2. Pergerakan Sepanjang Kurva Permintaan (Movement along the demand curve)

Gambar 2.4  Pergerakan Sepanjang  Kurva Permintaan

 permintaan individu dan Pasar

  1. Fungsi Permintaan dengan menggunakan Persamaan Matematis

Fungsi permintaan (demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya dimana besar kecilnya jumlah barang yang diminta ditentukan oleh tingkat harga. Adapun fungsi permintaan :  QD = f (P)  ,  dimana :

     Q = Jumlah barang yang diminta

     P = Harga barang per unit

     f  Fungsi

            Dari bentuk fungsi permintaan di atas dapat juga ditulis dalam bentuk persamaan fungsi permintaan sebagai berikut :

QD = a – b P  ……………………………..…………………….2.3

Dimana :

     QD   =          Besarnya jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga.

     a     =          Besarnya jumlah barang yang diminta pada saat harga = 0

     b     =          Slope atau kemiringan kurva permintaan dimana b =

     P     =          Harga barang per unit.

Cara Menurunkan Persamaan Fungsi Permintaan :

Dengan Metoda Eliminasi yaitu dengan menggunakan persamaan fungsi permintaan QD = a – bP

Contoh: Pada  harga per unit atau P = 500, kuantitas yang diminta atau Q = 55 unit dan pada saat harga perunit naik menjadi P = 600, kuantitas yang diminta turun menjadi Q = 40. Tentukan persamaan fungsi permintaannya.

Jawab :

             Q   = a – b P

55 = a – b (500)     55 = a – (0.15) (500) = a – 75

40 = a – b (600)  –                   a = 130

15 = 100 b

b = 0.15  subsitusikan nilai ini ke dalam salah satu persamaan di atas. Maka persamaan fungsi permintaannya berbentuk :

Q = 1300.15 P

Dengan Metoda Bikoordinat, dengan menggunakan fungsi silang

Berdasarkan contoh data di atas, maka persamaan fungsi permintaan dapat dihitung sebagai berikut :

dengan perkalian silang kita peroleh :

(100) (Q – 55) = (- 15) (P – 500)

100 Q – 5.500 = – 15 P + 7.500

100 Q = 13.000 – 15 P

Q = 0.15 P – 130

Cara melukiskan kurva permintaan yang diturunkan dari persamaan fungsi permintaannya.

Q = 0.15 P – 130

Q 0 130
P 867 0
(Q, P) (0, 867) (130, 0)

Maka grafiknya dapat kita lukiskan sebagai berikut :

Soal-soal untuk latihan : 

  1. Apa yang dimaksud dengan permintaan (demand) ?
  2. Jelaskan pengertian dari individual demand dan market demand, gambarkan kurvanya.
  3. Apa perbedaan antara Potential demand dan Effective demand.
  4. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan (determination of demand).
  5. Mengapa harga barang ditetapkan sebagai faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi permintaan ? Apa arti harga dimata konsumen ?
  6. Jelaskan mengapa kurva permintaan mempunyai slope negatif. Jelaskan pula bentuk kurva permintaan yang tidak berslope negatif.
  7. Jelaskan yang dimaksud dengan pergerakan sepanjang kurva permintaan (movement along the demand curve) dan pergeseran kurva permintaan (shifting in demand curve).
  8. Jelaskan pengertian dari asumsi ceteris paribus, bagaimana bila asumsi ini tidak berlaku lagi ?
  9. Pada saat harga gula pasir per kilogram Rp. 6.000,- seorang konsumen membeli sebanyak 5 Kg. Ketika harga gula pasir naik Rp. 500,- per Kg, konsumen membeli sebanyak 4 Kg. Tentukan bentuk persamaan fungsi permintaan gula pasir dari konsumen tersebut, serta gambarkan kurvanya.
  10. Bila QD = 20 – 2 P. Tentukan besarnya tingkat harga dimana konsumen tidak mau membeli sama sekali, dan berapa pula jumlah permintaan maksimum ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *