LAGI-LAGI HABIBIE

BJ. Habibie merupakan sosok luar biasa yang di miliki oleh Indonesia. Mantan presiden ke 3 ini mempunyai beberapa rumusan teori yang dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“. Pria yang Lahir pada 25 Juni 1936 di Kota Parepare ini pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi/Ketua BPPT/Kepala BPIS Pada Kabinet Pembangunan VI. Beliau dikarunia 2 orang putera yakni Ilham Akbar Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Ahli pesawat ini selalu memberikan gebrakan dan ide-ide kreatif terkait dengan kemandirian peswat Indonesia. Dulu pernah ada pesawat gatot kaca dan sekarang ada Pesawat R80. Khusus jenis pesawat yang terakhir saya sebut ini yang belakangan heboh, banyak dukungan dari masyarakat baik moril maupun materil, dari berbagai kalangan mulai Presiden sampai rakyat kecil. Bahkan belakangan ini dukungan sampai pada bantuan uang untuk mensukseskan terealisasinya pesawat R80 ini.
Proyek pengembangan pesawat R80 rancangan Presiden Ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf (BJ) bersama putranya Ilham Habibie akan melibatkan para ahli industri dirgantara nasional maupun internasional. Pembuatan prototype atau purwarupa ditargetkan akan dimulai pada tahun 2019 mendatang dengan nilai investasi sebesar Rp 200 miliar ini melibatkan kurang lebih 1000 pekerja dan insinyur
Sebenarnya, sepenting apakah keberadaan pesawat ini ke depan? Berikut ulasan dari beberapa sumber:

Keberadaan Pesawat ini Dianggap Cocok untuk Kondisi Geografis Indonesia
Menurut info dari website Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, yang dikutip dari www.pikiran-rakyat.com bahwa pesawat perintis model ini dinilai paling cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan. Pesawat R-80 memiliki perawatan yang mudah, lebih hemat bahan bakar, dan dapat dikendalikan secara elektronik atau fly by wire. Habibie pun menjagokan pesawatnya dapat bersaing dengan produk-produk Boeing.
Soalnya, pesawat R80 menggunakan teknologi baling-baling. Hal ini dianggap lebih cocok untuk penerbangan jarak pendek antar kota besar ataupun dari pulau ke pulau. Selain itu, pesawat dengan baling-baling membutuhkan proses take off yang lebih cepat, sehingga dapat diakomodasi di bandara-bandara yang relatif kecil. Cocok dengan kondisi Indonesia bukan?
B.J Habibie sendiri memang memiliki latar belakang di dunia penerbangan, yaitu pernah bekerja dan menjabat sebagai wakil presiden di bidang teknologi di perusaahan Jerman bernama Messerschmitt-Bölkow-Blohm. So, pengalaman dan reputasi beliau emang nggak perlu diragukan lagi.
Pesawat R-80 sendiri ini memiliki spesifikasi seperti dapat mengangkut 80-90 penumpang, dapat melaju secara di maksimal di angka 330 knots (611 km/h), desain kokpit yang modern, kabin yang luas dan peredaman maksimal akan memberikan kenyamanan lebih kepada penumpang.

Dukungan Nyata dari Berbagai Pihak
Melihat banyaknya karya anak-anak muda yang kurang dapat perhatian pemerintah, cukup melegakan bahwa karya ilmuwan sekelas Habibie kali ini dapat perhatian yang cukup besar. Bukan cuma kalangan pemerintah aja, tapi juga kalangan masyarakat secara luas. Melalui crowdfunding (penggalangan dana) yang diadakan di Kitabisa.com, ternyata pesawat R80 mendapat total sumbangan hingga 2,6 miliar Rupiah! Dana tersebut rencananya akan digunakan buat merancang prototype pesawatnya.
Memang angka tersebut masih belum cukup buat meng-cover seluruh dana produksi R80 yang ditaksir mencapai Rp. 200 miliar. Namun, besarnya angka sumbangan seenggaknya nunjukin besarnya dukungan publik, sehingga bisa menyemangati pemerintah Indonesia untuk mencarikan sponsor yang lebih besar pula.
Kebetulan, Habibie juga sedang gencar-gencarnya melakukan promosi untuk pesawatnya. Yang terbaru, Habibie memberikan jaket kepada pasangan gubernur-wakil gubernur baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ibaratnya, endorse buat mereka tuh ya?
Bahkan, sejumlah public figure seperti Nadine Chandrawinata Oki Setiana Dewi juga diundang dalam presentasi pesawat R80, dengan harapan pesawatnya akan lebih dikenal masyarakat melalui bantuan public figure tersebut. Wah, boleh juga strategi marketing-nya yah?

Sudah Banjir Pelanggan
Meski masih berupa konsep, ternyata pesawat R80 sudah dapat antrian pelanggan. Yap, pesawat ini sudah dipesan oleh beberapa maskapai, loh. Seperti yang dikutip dari PT. RAI, maskapai itu adalah seperti 50 unit dipesan oleh, NAM Air, 15 unit oleh Kalstar Aviation, 10 unit oleh Trigana Air Services, dan 5 unit oleh Aviastar. Produksi R80 sendiri dilakukan oleh PT. Dirgantara Indonesia dan PT. Regio Aviasi Industri, dan dijadwalkan akan siap diproduksi massal tahun 2024.

Keren kan? Semoga pesawat ini terus berkembang dan bisa jadi motivasi kita untuk berkarya bagi Indonesia, dan semoga terus lahir Habibie-Habibie lainnya diantara generasi Z sekarang.

Yuk Kita DUKUNG PROYEK PESAWAT R80…..JAYALAH INDONESIAKU…..

Sumber:
1. http://ekonomi.kompas.com.
2. https://kitabisa.com/pesawatr80.
3. tekno.liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *