BERGANDENG TANGAN MEMBANGUN NEGERI

Indonesia hingga kini sudah memiliki 7 presiden yakni Ir. Soekarno, Jend. Besar Soeharto, Prof. Ing. B.J. Habibie, KH. Abdurrahman Wahid, Megawati, Prof. Susilo Bambang Yudhoyono, dan Ir. Joko Widodo. Dari ke tujuh presiden tersebut, mempunyai karakter dan gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Semisal Presiden Soekarno, dengan gaya yang meledak-ledak dan tegas menjadi ciri khasnya, Soeharto dengan gaya Kalem tetapi tegas, Habibie dengan karakter cerdas dan sitematis, Gus Dur dengan gaya santai tetapi profesional, Megawati karakter keibuan, SBY dengan gaya santai penuh perhitungan yang matang, dan Jokowi dengan gaya blusukan serta merakyat. Itulah gaya pemimpin bangsa ini yang berbeda-beda, tetapi dari berbagai gaya dan karakter yang mereka miliki tersebut mempunyai persamaan diantara mereka yakni mereka berkomitmen menjadikan rakyat indonesia sejahtera.
Untuk membangun negeri yang besar seperti indonesia ini komitmen tersebut tidak dapat dilakukan sendiri atau oleh golongan tertentu tetapi memerlukan dukungan dari semua rakyat indonesia agar komitmen menjadikan rakyat sejahtera dapat segera terwujud. Fakta bahwa terjadi perbedaan pandangan terkait dengan konsep pembangunan adalah wajar mengingat indonesia sendiri mempunyai banyak penduduk, pulau, budaya dan suku yang berbeda-beda tentu memerlukan pemahaman yang sama untuk membangun tanpa perlu mencari perbedaan. Persamaan disini tidak harus menyamakan konsep tetapi menyesuaikan dengan karakter, budaya dan suku yang berbeda-beda tersebut.
Perbedaan dalam hal budaya, suku dan agama tidak sepatutnya menjadikan perbedaan sehingga menjadikan indonesia terpecah, bahkan seharusnya menjadi kekayaan yang tak terhingga sekaligus menjadi arah yang lebih dinamis, harmonis dan dapat bekerja sama.
JOKOWI BUKAN HANYA MILIK PARTAI ATAU GOLONGAN TERTENTU
Untuk menjadi kan indonesia hebat, sepatutnya tidak lagi mempersoalkan siapa Jokowi dan milik siapa jokowi. Semenjak Beliau menjadi presiden ke 7 Indonesia, maka Jokowi adalah milik kita semua, milik bangsa indonesia meskipun beliau adalah kader PDIP sehingga apa yang direncanakan dan dilakukan oleh jokowi tidak lain adalah tanggungjawab kita bersama. Beliau adalah simbol negara yang sepatutnya di hormati dan didukung oleh segenap rakyat indonesia agar pembangunan indonesia semakin baik.
………………………………………………………….
Akhir-akhir ini, bila di simak diberbagai media khususnya media sosial, sering kita lihat kritik atau ujaran-ujaran yang tidak sehat dan terkesan provokatif terhadap kebijakan pemerintah sehingga menimbulkan “perang” antar geng sosial media yang menyebabkan situasi dan kepercayaan publik semakin rendah terhadap pemerintah. Muncul 2 kubu besar, yakni kubu kritikus pemerintah (oposisi) dan pendukung pemerintah. Bagi kubu oposisi pemerintah, apa yang dilakukan oleh pemerintah selalu negatif dan bagi pendukung pemerintah bahwa semua yang dilakukan pemerintah baik semua.
Dalam kacamata politik, tentu kritik terhadap pemerintah adalah wajar namun kritik tersebut haruslah bersifat membangun bukan kritik yang provokatif. Karena pemerintah juga “manusia” yang tidak mutlak benar. Sehingga kritik terhadap pemerintah tidaklah harus disikapi berlebihan.
MARI BERGANDENG TANGAN UNTUK NEGERI
Keyakinan saya bahwa tidak ada satupun pemimpin di negeri ini yang ingin rakyatnya sengsara, sebaliknya bahwa semua pemimpin pasti menginginkan rakyatnya sejahtera. Hanya saja memerlukan waktu, bukan bimsalabim untuk merubahnya menjadi sejahtera semua bahkan belum pernah terjadi di masa siapapun pemimpin di dunia ini. Memang selama periode kepemimpinan seorang presiden untuk merubahnya tidaklah mudah namun setidaknya dapat dimaksimalkan kesejahteraan tersebut bagi mayoritas. Bagi saya untuk merubah menjadi lebih baik memerlukan dukungan total dari masyarakat. Dukungan tersebut tidak harus memberikan uang/emas kepada pemerintah seperti yang dilakukan korea selatan untuk menyelamatkan negaranya. Namun dengan memberikan dukungan moral atau setidaknya tidak mengganggu program pemerintah sudah lah cukup untuk mendukung tersebut (minimal). Akan lebih baik jika kita dapat memberikan ide ataupun gagasan yang produktif.
Karakter geografis setiap daerah di indonesia yang berbeda-beda seharusnya menjadi kelebihan atau keunggulan dalam pembangunan. Bahwa masing-masing daerah mempunyai potensi ekonomi yang berbeda-beda tentu membutuhkan kebijakan yang sesuai dengan karakter masing-masing, disinilah peran serta masyarakat untuk bersama-sama membangun daerahnya dengan menggali setiap potensi daerah dengan pendekatan kearifan lokal. Dalam artian keunggulan karakteristik setiap daerah dapat serta merta di dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat suatu daerah dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki masing-masing. Sehingga secara alamiah kesejahteraan masyarakat dapat dimaksimalkan.
Hanya bergandengan tangan dan selalu kerja….kerja….dan kerja…maka indonesia akan hebat………bersambung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *